Filsafat, siapa yang kenal dengan istilah ini? Jika Anda bertanya kepada masyarakat umum dapat saya pastikan, citra filsafat itu tidak selamanya indah / baik. Kalau boleh membuat perbandingan, mungkin jumlahnya antara 10:90.
Maksudnya, kira-kira hanya ada 10% masyarakat yang mengidentikkan kata filsafat dengan sesuatu yang indah, baik dan berguna. Selebihnya (yang sebenarnya mayoritas orang tidak faham filsafat) akan mengidentikkan istilah filsafat dengan sesuatu yang menyeramkan, kurang terawat (mungkin diidentikkan dengan gaya para filosof / mahasiswa filsafat yang identik bebas) dan memiliki cara berfikir berputar-putar / rumit.
Porsi untuk orang yang memandang filsafat dengan cara itu kira-kira 40%. Setelah itu masih ada 50% yang dibagi menjad golongan "Tahu Filsafat Setengah-Setengah" dan umumnya orang model ini yang sering mengkatagorikan kajian Filsafat dalam wilayah "Subhat" / membahayakan akidah (bisa membuat tidak percaya pada tuhan). Kira-kira presentasenya sekitar 30%.
Sisanya, 20% adalah orang-orang yang tidak suka sama sekali dengan filsafat. Sebelum melangkah pada pembahasan, untuk menyamakan persepsi tentang Filsafat Islam, penulis merasa ada baiknya jika pada tulisan yang ringkas ini penulis tambahkan sedikit pengantar pembahasan mengenai Filsafat Islam itu senditri.
Jika dilihat dari pengertian praktisnya, kata Filsafat itu sendiri memiliki penyerupan makna atau pengidentikan makna dengan Alam Fikir atau bahkan Alam Berfikir meskipun jika ditinjau dari makna semantiknya kata Filsafat memiliki makna Suka atau Cinta (Philo) dan Pengetahuan atau Hikmah, Kebijaksanaan (Shopia).
Atas dasr inilah Drs.Poerwartana memaknai ber-Filsafat sebagai suatu proses pemikiran terhadap hakekat sesuatu secara mendalam dan sungguh-sungguh. Dengan kata lain Filsafat menurut Drs.Poerwartana merupakan suatu ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakekat kebenaran segala sesuatu.
Ini senada dengan pendapatnya seorang filosof muslim terkenal “Al-Farbi” yang mengatakan bahwa Filosuf adalah orang yang menjadikan seluruh kesungguhan dari kehidupannya dan seluruh maksud dari umurnya untuk mencari Hikmah (Hakekat dari segala sesuatu secara mendalam dan sungguh-sungguh) yakni mema’rifati Allah yang mengandung pengertian mema’rifati kebaikan.
Dari sedikit pemaparan diatas paling tidak dapatr kita tarik sebuah kesimpulan bahwa Filsafat Islam adalah suatu ilmu yang dicelupkan kedalam ajaran-ajaran Islam untuk membahas hakekat kebenaran dari segala sesuatu.
Meskipun demikian, dalam pandangan kaum cendikiawan Islam sendiri terkadang tedapat suatu permasalahan tentang Filsafat Islam itu sendiri, apakah itu sebuah Filsafat Islam atau Filsafat Arab? Atau mungkin bahkan dalam perjalanannya mendatang ada istilah lain dari keduanya.
Dalam hal ini Prof.Mu’in menyatakan apabila Filsafat itu disebut dengan Filsafat Arab, berarti mengeluarkan para Filosuf yang berasal dari Iran, Afganistan, India, dll. Karenanyalah Prof.Mu’in lebih memilih dengan Filsafat Islam karena ini berarti lebih umum yakni setiap Filosuf yang beragama Islam baik itu di Iran, Afganistan, India, dll.
Hal senada juga disebutkan oleh seorang Orientalis dan budayawan Iran yang berkebangsaan Prancis “Corbin”, ia lebih tertarik dan membela istilah Filsafat Islam daripada Filsafat Arab. Hal ini sebagaimana yang ia katakana bahwa; “Jika kita mengambil nama Filsafat Arab pengertiannya akan sangat sempit sekali bahkan akan keliu”.
Pendapat itu sebenarnya bersebrangan dengan pandangan Mauric De Wild, Emik Brehier, dan Lutfi as-Sayid yang lebih senang menyebutnya dengan Filsafat Arab. Alasannya karena kajian Filsafat tersebut ditulis dalam bahasa Arab, dan diterjemahkan dalam bahasa Arab yang tentu saja dengan menambahkan unsur-unsur baru yang ada dalam bahasa Arab tersebut.
Selain itu jika Filsafat ini dimaknai dengan Filsafat Islam bagamana sebutan untuk para pemikir atau Filosuf yang hidup dibawah bendera Islam dan mengeluarkan buah-buah Intelektualnya tentang Islam padahal ia sendiri bukan orang Islam? (gmana kalo kejadian gitu???) Up 2 U pilih mana.
Dalam hal ini penulis lebih cocok dengan istilah Filosof Islam mengingat selain sebagai agama, Islam juga merupakan suatu peradaban. Pemikiran Filsafat Islam juga memiliki pengaruh terhadap peradaban Islam sendiri, sehingga setiap Filosof yang muncul dibawah naungan bendera Islam dan memiliki corak pemikiran Islam, baik deri problem-problem yang diangkatnya, motif pembinaannya, maupun tujuannya dapat disebut sebagai Filosuf Islam, meskipun banyak sumbernya serta berbeda-beda orang dan daerahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar