
Semakin moderen peradaban umat manusia, semakin banyak ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia & akan semakin banyak juga orang cerdas yang ada didunia.
Namun itu semua tidak dapat dijadikan sebagai indikator banyaknya orang besar yang akan naik kepanggung dunia. Fakta ini sangat bertentangan dengan apa yang diperdiksikan oleh para pendahulu kita.
Pada zaman dahulu, para leluhur kita boleh saja mengimani secara total bahwa jika anak mereka pandai atau cerdas berpendidikan “Pasti” kelak ia akan menjadi orang besar.
Mungkin saja saat itu mereka mengatakan hal tersebut dengan menyebutkan berbagai contoh sejarah. Tapi, sadarkah anda bahwa anda dilahirkan untuk zaman yang berbeda / benar-benar lain dengan zaman para leluhur kita. Zaman yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya oleh para orang tua kita.
Nyatanya, saat ini banyak orang pandai… Kepandaian dan pendidikan yang tinggi sudah tidak lagi dimonopoli oleh kaum ningrat, “Walaupun tidak bisa disangkal untuk konteks Indonesia masih terlalu banyak anak bangsa yang belum bisa menikmati pendidikan karena faktor ekonomi dll”.
Tapi setidaknya jurang besar antara kaum elit pendidikan dengan kaum dhu’afa yang tidak berpendidikan formal sudah sedikit terkurangi. Hal ini berati sudah banyak juga kalangan menengah kebawah yang melek huruf bahkan berpendidikan formal.
Akan tetapi kenapa angan-angan para orang tua yang menyatakan orang yang besar dan bisa mewarnai dunia adalah orang yang berpendidikan, cerdas & pandai ini belum terbukti. Bahkan masih banyak pengangguran berpendidikan, begitu banyak sarjana-sarjana dari berbagai disiplin keilmuan namun tidak seimbang dengan lompatan-lompatan besar mereka untuk dunia.
Jawabannya adalah karena sebanrnya, ada perbedaan mendasar antara orang-orang cerdas & orang-orang yang dengan ide cemerlangnya ia mampu merubah dunia. Orang-orang seperti Einstein, Napoleon, Mozart, atau Sukarno. Adalah orang-orang mempunyai impian-impian besar, bukan hanya sekedar kecerdasan intelejensia & pendidikan tinggi saja.
Mereka belajar dari orang-orang hebat, yang terhebat dalam sejarah, dan menyerap seluruh pengetahuan-pengetahuan besar mereka. Pengetahuan yang besar itu membuat mereka senang bermimpi. Senang bermimpi besar. Berani bermimpi besar.
Hal-hal yang tidak terbayangkan oleh manusia-manusia lainnya. Dan impian-impian besar mereka yang ajaib datang dari sebuah kekuatan besar, sesuatu yang hanya dimiliki manusia-manusia terunggul di dunia (or mad men..). Sesuatu yang dinamakan,” IMAJINASI”.
Imajinasi secara umum, adalah kekuatan atau proses menghasilkan citra mental dan ide. Istilah ini secara teknis dipakai dalam psikologi sebagai proses membangun kembali persepsi. Percaya atau tidak, berikut sebagai sample saya sampaikan beberapa rahasia & petuah dari “sebagian” orang-orang besar dalam sejarah;
EINSTEIN, siapa yang tidak mengenalnya? Secara jelas ia pernah mengatakan; “Imagination is more important than knowledge. For knowledge is limited, whereas imagination embraces the entire world, stimulating progress, giving birth to evolution”. (1879-1955)
Imajinasi lebih penting dari Pengetahuan. Karena pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi merangkul seluruh dunia, mendorong perubahan, dan melahirkan kemajuan manusia. (Sekarang anda sudah tahu kenapa Einstein jadi genius).
NAPOLEON, Salahsatu jenderal terbesar sepanjang sejarah, penguasa Perancis di umur 30 tahun juga pernah menyatakan; "Imagination rules the world"
SUKARNO, Persiden RI pertama pada pidatonya, 29 Juli 1956 secara panjang lebar bahkan menyatakan :
"(Bangsa) Jang tidak mempunjai "imagination", tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar! Tidak mempunjai keberanian - Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai "imagination", mempunjai fantasi fantasi besar: mempunjai keberanian, mempunjai kesediaan menghadapi risiko, mempunjai dinamika.
George Washington Monument misalnja, tugu nasional Washington di Washington, Saudara-saudara : Masja Allah !!! Itu bukan bikinan tahun ini ; dibikin sudah abad jang lalu, Saudara-saudara. Tingginja! Besarnja! Saja kagum arsiteknja jang mempunjai "imagination" itu, Saudara-saudara. Bangsa jang tidak mempunjai "imagination" tidak bisa membikin Washington Monument. "Pennj-wise " tidak ada, Saudara-saudara. Mereka mengerti bahwa kita - atau mereka - djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai "imagination",: "imagination" hebat, Saudara-saudara!".
Mungkin anda masih bertanya-tanya, bagaimana mungkin imajinasi bisa mewarnai dunia..? Atau bagaimana mungkin imajinasi mampu membawa kita pada kesuksesan..?? bukankah imajinasi itu sesuatu yang tidak real..?
…..Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya…..
Nidji (OST Laskar Pelangi)
Sekarang, pernahkah anda berfikir apa jadinya jika orang-orang besar yang kita kenal dalam sejarah dahulu tidak pernah memiliki imajinasi yang besar..? Bagaimana nasibnya bangsa indonesia ini jika dahulu sukarno dkk tidak pernah berhasrat merebut kemerdekaan..?? Bagaimana nasib kita jika dahulu Edision tidak berimajinasi tentang kehidupan malam yang terang..?? Mereka semua manusia sama seperti kita, mereka semua punya pilihan untuk bermimpi atau tidak, untuk menjadi orang besar dengan karya besar atau menjadi orang yang biasa-biasa saja dalam hidupnya…??
Imajinasi yang Anda kembangkan merupakan pemicu yang mendorong Anda untuk bergerak melakukan sesuatu. Anda akan punya kekuatan untuk mencapai imajinasi. Walau Anda tidak langsung dapat meraihnya, tetapi melalui usaha yang bertahap suatu saat imajinasi, mimpi, dan fantasi Anda akan menjadi kenyataan. Manusia yang hidup tanpa imajinasi adalah manusia yang mati sebelum bertemu malaikat maut, manusia yang hanya menambah beban dunia saja…!
Imajinasi itu adalah pikiran, yang melahirkan energi, yang menggerakkan tangan, jari, kaki, mata, dan anggota tubuh Anda lainnya. Bukankah sebagian yang telah kita peroleh saat ini pernah kita pikirkan sebelumnya? Tandanya energi itu mulai bekerja ialah ketika Anda akan menyusun langkah dan rencana untuk mencapai fantasi Anda, kemudian bergeraklah seluruh tubuh ini mengerjakan rencana-rencana itu. Jika Anda bisa menggabungkan imajinasi, harapan, rencana, peluang, dan kerja keras, imajinasi Anda akan berubah menjadi sukses yang paling indah dalam hidup Anda.
Jangan pernah takut bermimpi, karena hakekatnya tidak ada yang mustahil didunia ini. Sadari itu, bermimpilah dan kejarlah mimpi-mimpimu jangan pernah takut karena jika ada keinginan pasti ada jalan. Anda manusia, sama Suekarno, Napoleon, Einstein, Edision, dll. Jika sejarah mencatat mereka berhak menyandang “Nama Besar” untuk Dunia, kenapa anda tidak? Anda juga manusia sama dengan orang-orang sukses mereka juga manusia bukan dewa.....!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar